Wednesday, November 30, 2016

Fahri Hamzah bakal pasang badan jika ada yang mau gulingkan Jokowi

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan adanya informasi soal agenda menduduki gedung DPR dan MPR untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat aksi unjuk rasa pada 25 November dan 2 Desember nanti. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku siap pasang badan membela Jokowi jika agenda makar dilakukan.

"Bila ada yang menjatuhkan Pak Jokowi secara ilegal saya membela Pak Jokowi secara terbuka," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/11).

Menurutnya, penggulingan presiden tidak bisa sembarangan dilakukan. Seorang Presiden bisa digulingkan apabila terjerat pasal pidana berat, seperti korupsi, berkhianat kepada bangsa negara dan pidana berat lainnya.

"Tak perlu ada kecurigaan tentang menjatuhkan presiden, tak mungkin itu, presiden hanya mungkin dijatuhkan bila ada pasal-pasal yang menjatuhkan seperti korupsi, berkhianat kepada bangsa negara dan pidana berat," tegasnya.

Fahri pun meminta Jokowi untuk bersikap tenang menanggapi isu makar tersebut. Dia menyarankan agar tidak melarang masyarakat untuk turun ke jalan untuk berunjuk rasa. Sebab, demonstrasi adalah hak warga negara dan dijamin konstitusi.

"Saya mau imbau Presiden Jokowi tenang saja. Kalau aksi itu hak rakyat, alasan aksinya ada," imbuh Fahri. BESTPROFIT

Tuesday, November 29, 2016

Gara-gara BBM dibatasi, rombongan Gubernur Ganjar ditinggal

Menipisnya persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) disejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jawa Tengah berakibat pada timbulnya insiden kecil dalam kegiatan kunjungan kerja Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di sejumlah daerah Rabu (27/8).

Imbasnya berdampak pada ditinggalnya salah satu mobil rombongan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Parakan, Temanggung, Jawa Tengah gara-gara kehabisan bensin. Padahal, mobil tersebut berisi rombongan staf humas Pemprov Jateng yang bertugas mendokumentasikan seluruh kegiatan Ganjar saat kunjungan kerja.

Salah satu mobil dari beberapa rombongan mobil Ganjar yaitu mobil Kijang Kapsul warna Biru berplat merah nopol H 160 tidak mendapatkan BBM mobil karena bensin pertamax dan premium baik yang bersubsidi maupun yang non subsidi di SPBU Temanggung telah ludes habis.

Akhirnya, tiga staf Humas Pemprov Jateng diantaranya Rudy Setiawan, Febrina, Muhammad Taufiq terpaksa naik mini bus jurusan Parakan-Wonosobo. BESTPROFIT

Monday, November 28, 2016

SPBU kedapatan jual Solar campur air

Belum lama warga Depok menemukan adanya gas melon yang dioplos air. Kali ini mereka juga menemukan dugaan solar dicampur air hingga mengakibatkan kendaraan mogok.

Polresta Depok menyegel Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di Jalan Juanda, Sukmajaya, Depok. "Kasus ini berawal dari laporan supir sebuah bus pariwisata kalau kendaraannya mogok usai mengisi bahan bakar solar di SPBU tersebut," kata Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus.

Setelah adanya laporan tersebut, Polresta Depok menurunkan petugas Unit Krimsus Satuan Reskrim Polresta untuk mengecek kendaraannya. Dan setelah dilakukan pengecekan ternyata benar solar tersebut telah tercampur air. BESTPROFIT

Friday, November 25, 2016

PT Adhi Karya (Persero) Andalkan Pendapatan Kontrak dari Proyek LRT di 2017





PT Adhi Karya (Persero) Tbk menargetkan angka kontrak baru yang cukup optimis. Ini sejalan dengan komitmen pemerintah yang terus menggenjot pembangunan infrastruktur.

Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto menjelaskan pada tahun depan kontrak yang berasal dari proyek Light Rail Transit (LRT) masih menjadi target yang paling dominan dari total target kontrak sebesar Rp 44 triliun di 2017.

"Kontrak tahun depan terdiri dari proyek LRT sebesar Rp 23 triliun dan proyek non LRT sebesar Rp 21 triliun," kata Budi dalam keterangannya, Jumat (25/11/2016).

Dia menjelaskan, setidaknya ada beberapa proyek besar lain yang dibidik Adhi Karya selain proyek LRT. Pembangunan kilang minyak di Balikpapan menjadi salah satu mega proyek perusahaan.

Budi mengaku pembangunan kilang minyak yang akan masuk di kontrak 2017 tersebut memiliki total investasi Rp 30 triliun. Namun dalam pengerjaannya, Adhi Karya tidak sendiri, melainkan melibatkan beberapa perusahaan lain.

Tak hanya itu, proyek-proyek infrastruktur lain yang menjadi bagian dari pemetaan perusahaan di tahun depan diantaranya pembangunan bandar udara (bandara) di Banjarmasin, pembangunan pelabuhan di Sorong dan Kalimantan Barat, serta pembangunan bendungan‎ di Sulawesi Selatan.

Budi mengaku kontrak yang ditargetkan pada tahun depan akan tercapai, karena perkembangan proyek infrastruktur masih baik. "Infrastruktur proyek masih baik, makanya kita akan genjot," jelas Budi.‎

Seperti diketahui, ‎dari laporan perseroan sebelumnya, tercatat perolehan kontrak baru hingga Oktober 2016 sebesar Rp11,4 triliun. Angka ini setara dengan 63 persen dari target kontrak baru sebesar Rp17,9 triliun hingga akhir 2016.

Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pencapaian kontrak baru tersebut meningkat 8,2 persen.

‎Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru hingga Oktober 2016, masih didominasi oleh lini bisnis konstruksi sebesar 86,6 persen, dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru terdiri dari BUMN sebesar 39,7 persen, ABPN atau APBD sebesar 34,9 persen, sedangkan swasta atau lainnya sebesar 25,4 persen.‎

Aksi intip wanita di toilet terjadi di SPBU Jakarta Selatan

Aksi voyeurisme atau dorongan untuk mengintip diam-diam orang yang sedang telanjang, menanggalkan pakaian atau melakukan kegiatan seksual dialami seorang wanita ketika menggunakan toilet di SPBU di Jalan Tentara Pelajar, Jakarta Selatan. Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (7/7).

Kasus tersebut kemudian ditulis korban melalui forum Kaskus pada Rabu (8/7). Wanita tersebut mengaku terkejut saat mengetahui ada orang yang mengintipnya dari lubang toilet SPBU.

Melalui akun Kaskus paijoe703, wanita itu menuliskan, saat dia menuju toilet, beberapa karyawan SPBU memanggilnya dan memberitahu, toilet yang ditujunya rusak. Di tempat itu dia melihat ada lima karyawan SPBU yang beristirahat di dekat toilet. BESTPROFIT

Thursday, November 24, 2016

Palsukan tandatangan demi jual SPBU Rp 12 M

Seorang kakek Abdul Rohim (88) melaporkan cucunya, MD, lantaran menjual Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berlokasi di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan ke Polda Metro Jaya. Menurut dia, cucunya tersebut telah memalsukan tanda tangan miliknya.

"Cucunya memalsukan tanda tangan kakeknya untuk menjual SPBU," kata pengacara Abdul Rohim, Achmad Rozi, seperti diberitakan Antara di Jakarta, Kamis (14/8).

Achmad mengatakan, kliennya memberikan kepercayaan kepada MD untuk mengelola SPBU sebagai usaha keluarga. Sayangnya, hal itu malah disalahgunakan.

Cerita itu bermula ketika MD meminta Abdul Rohim menuliskan tanda tangan pada sepucuk kertas dengan alasan untuk akad kredit peminjaman uang ke bank sebagai modal pengembangan usaha SPBU. Usai mendapatkan tanda tangan kakek, MD memalsukan tekenan korban yang disalahgunakan untuk akta jual beli.

Selanjutnya, MD menjual SPBU sebesar Rp12 miliar padahal nilai asetnya mencapai Rp30 miliar. BESTPROFIT

Wednesday, November 23, 2016

Gadai KTP sampai STNK untuk dapat BBM

 Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menemukan ulah unik konsumen dalam membayar Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Berdasarkan penuturan petugas SPBU, ada sejumlah konsumen menggunakan KTP, STNK hingga telepon genggam sebagai alat gadai apabila konsumen tidak memiliki uang saat membeli bahan bakar.

"Mereka (konsumen) gadaikan KTP karena saya tidak ada uang. Bukan hanya KTP tetapi STNK, HP juga ada untuk digadaikan. Jadi bukan hanya SPBU saja diperbaiki tetapi konsumen juga harus diperbaiki," ucap Staf Bidang Penelitian YLKI Koordinator Lapangan, Natalia Kurniawati, di Hotel Acacia, Jakarta.

Sekretaris Jenderal Hiswana Migas, Syarif Hidayat, mengakui praktik tersebut kerap dilakukan konsumen saat membeli BBM dan beralasan lupa membawa dompet bahkan tak memiliki uang. Ironisnya, konsumen yang kerap menggunakan modus gadai adalah pengguna mobil.

Syarif Hidayat mengungkapkan saat ini SPBU tak lagi menerima gadai KTP, STNK, atau telepon genggam. Saat ini, SPBU hanya mau menerima ban serep jika pembeli tidak mampu membayar bensin saat itu. PT BESTPROFIT