Thursday, July 3, 2014

Nvidia keluarkan tablet gaming gahar bernama "Shield"


Jika sebelumnya Nvidia hanya dikenal sebagai produsen kartu grafis dan prosesor mobile, kini mereka segera meluncurkan sebuah tablet gaming terbaru yang bisa disambungkan dengan TV.

Seperti yang dilansir oleh Engadget (02/07), konsol game tablet bernama "Shield" ini lahir dengan teknologi baru dan mampu memainkan game secara wireless dari perangkat PC berteknologi Nvidia.

Sebelumnya Nvidia juga pernah membuat versi awal Shield yang memiliki kontroler dengan bentang layar 5 inci saja. Tetapi menurut hasil benchmark dari sebuah tablet baru Nvidia (yang kemungkinan besar Shield), didapat spesifikasi baru yang jauh lebih gahar.

Tidak ada lagi kontroler permanen yang menancap pada tablet selebar 7,9 inci dengan resolusi layar 2028 x 1536 piksel tersebut. Shield pastinya memakai prosesor milik Nvidia yang diketahui berjenis quad-core dengan tipe Tegra K1 terbaru. Untuk meningkatkan performa olah grafis dan pemrosesan data game, terdapat RAM hingga 2 GB.

Menariknya, secara tak sengaja Nvidia memposting informasi di websitenya jika Shield akan dibekali dengan teknologi 4G, membuatnya menjadi tablet dengan kisaran harga yang mahal atau high-end. Meskipun hingga saat ini belum ada konfirmasi tambahan dari Nvidia terkait harga dan tanggal rilis tablet gaming ini.

Dari 180 ribu jiwa, hanya 20 persen saja yang mengerti internet


Ternyata tidak semua orang Indonesia sudah bebas dari buta internet. Menurut Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika, Dinas Perhubungan Telekomunikasi, Informatika, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sekadau, Anwar, di daerah Sekadau masih banyak orang yang tidak paham internet.

Anwar menjelaskan bahwa walaupun sudah diupayakan untuk memperkenalkan internet kepada masyarakat, namun 'penderita' buta internet itu masih sangat banyak.

Mayoritas orang yang paham akan internet hanya berada di kota saja, namun tidak semua orang kota yang juga mengenal dunia maya. Menurut Anwar, hanya sekitar 20 persen saja masyarakat perkotaan yang mengenal internet.

"Jumlah masyarakat Sekadau yang masih belum pernah mengakses internet hingga saat ini masih sangat banyak. Saat ini, jumlah penduduk Kabupaten Sekadua sekitar 180 ribu jiwa. Jika baru 20 persen yang sudah mengerti internet, berarti masih sekitar 150 ribu jiwa warga lagi yang memang buta dengan internet," jelas Anwar, seperti dikutip dari Antara (02/07).

Anwar menambahkan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk lebih mengenalkan internet kepada masyarakat, dengan membangun sejumlah fasilitas internet, baik oleh pemerintah maupun swasta dan bisa dipergunakan kapan saja oleh masyarakat.

Fasilitas internet yang dimaksud antara lain, adanya Warung Internet (Warnet) milik swasta, sementara dari pemerintah sudah membangun WIM (Warung Internet Masyarakat), katanya.

Khusus untuk WIM, pihaknya sudah membangun satu gedung WIM yang berada di dekat bundaran Tugu PKK Sekadau. Di tempat itu masyarakat bisa menggunakan akses internet yang tersedia, kapanpun, katanya.

Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga sudah menyediakan MPLIK (Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan).

"Untuk Kabupaten Sekadau, ada tiga buah mobil tersebut yang diberikan. MPLIK ini keliling ke kecamatan-kecamatan. Masyarakat bisa mempergunakannya untuk mengakses internet secara gratis," ujarnya.

Di berharap ke depannya minimal 50 persen warga di Kabupaten Sekadau sudah mengerti dan bisa mempergunakan internet.

Meteorit 'penebar' kehidupan di bumi ditemukan


Penemuan meteorit atau meteor yang berhasil mendarat di bumi memang lazim terjadi. Tetapi penemuan meteorit yang satu ini berhasil membuat peneliti geleng-geleng kepala.

Sebuah meteorit yang ditemukan di sebuah tambang di Swedia ini terhitung spesial. Bagaimana tidak, meteorit yang diberi nama "L chondrites" ini diperkirakan termasuk meteorit generasi awal yang membombardir bumi sekitar 470 juta tahun yang lalu, Gizmodo (02/07).

L chondrites sendiri kemungkinan besar adalah pecahan dari asteroid raksasa misterius yang pernah mampir ke bumi kita. Pada tahun-tahun itu, diketahui jika kehidupan di bumi mulai muncul dan berkembang dengan sangat pesat, memunculkan beragam jenis makhluk hidup baru.

Menurut New Scientist, hujan meteor dalam jumlah banyak akan memicu perubahan ekologi secara drastis. Perubahan itu diketahui juga menimbulkan keadaan lingkungan yang mendukung terjadinya kelahiran banyak spesies baru.

Hal tersebut didukung dari hasil penemuan lain yang menunjukkan jika fosil-fosil tertua di muka bumi mempunyai umur yang sama dengan meteorit L chondrites.

Para ilmuwan memang percaya jika kehidupan di bumi dibawa oleh meteorit-meteorit yang jatuh ke bumi. Meteorit itu dianggap membawa bahan-bahan kehidupan seperti air dan mineral lain. Tetapi untuk penelitian yang lebih mendalam cenderung sulit untuk dilakukan karena kebanyakan dari meteorit itu telah hancur atau teroksidasi ketika sampai di permukaan bumi.

Wednesday, July 2, 2014

Ini Dua Cara Baru Berburu Sinyal dari Alien



RISETKITA BPF -Program pencarian sinyal dari makhluk asing ruang angkasa terus digencarkan. Fasilitas khusus yang fokus untuk pencarian sinyal mahluk asing atau Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI), belum lama ini mengumumkan dua program baru, untuk mempertajam pencarian sinyal itu.

Melansir Space.com, Rabu 2 Juli 2014, SETI menggelar dua program yaitu proyek Panchromatic SETI dan proyek mendengarkan secara rahasia sinyal asing planet.

Program pertama akan memanfaatkan pemindaian panjang gelombang pada 30 bintang terdekat matahari. Dengan cara itu, peneliti berharap akan menemukan sinyal mahluk asing.

Pemeriksaaan pada 30 bintang itu terletak pada jarak 16 tahun cahaya dari matahari. Secara rinci 30 bintang itu meliputi 13 bintang tunggal, 7 bintang sistem biner, dan satu sistem tiga bintang. Sebagian besar dari bintang yang teliti ini lebih kecil dari Matahari.

Dalam pencarian ini, peneliti juga berharap dapat menemukan sistem antariksa yang mirip dengan Bumi.

Direktur Berkley SETI Research Center Dan Werthimer mengatakan, dengan memancarkan sinyal melalui fasilitas teleskop raksasa di beberapa negara, peneliti yakin akan mengusik mahluk asing antariksa. Dan akhirnya, peneliti mengharapkan mahluk asing akan merespon sinyal dari Bumi itu.

"Jika kita mencemari ruang angkasa, mungkin makhluk ruang angkasa lainnya membocorkan sinyal, mereka mungkin mengirimkan sesuatu dengan cara kami," ujar Werthimer.

Ia yakin dengan keampuhan cara itu karena frekuensi radio yang telah dipancarkan dari Bumi sudah sampai di antariksa.

Guna melaksanakan pemindaian itu, SETI memanfaatkan pengamatan fasilitas teleskop Low Frequency Array (LOFAR) di Eropa, Green Bank Telescope (GBT), West Virginia, Amerika Serikat selama musim panas dan gugur tahun ini. Pemindaian juga akan mendapatkan dukungan Infrared Spatial Interferometer (ISI) di Mount Wilson Observatory dan Teleskop Nickel, Lick Observatory. Keduanya berada di California, AS.

Telekop Nikel merupakan pengamatan SETI pertama yang menggunakan infra merah.

Proyek ini juga mendapatkan dukungan William E Gordon telescope, Arecibo Observatory, Puerto Riko dan Teleskop Keck di Mauna Kea, Hawaii.

Belum bisa diterjemahkan

Program kedua SETI adalah proyek menguping sinyal mahluk asing dari pengamatan sistem multiplanet. Planet itu dikumpulkan dari misi Teleskop Kepler Badan Antariksa AS, NASA.

Proyek akan mendeteksi sinyal asing pada planet-planet itu saat melintas di depan bintang mereka.

Saat dua planet terletak pada orbit yang sama dan menghadap ke Bumi, maka ini adalah momentum bagi proyek untuk mendeteksi sinyal. Jika pada momentum itu, makhluk asing memancarkan sinyal di antara dua planet itu, maka kemungkinan teleskop mampu mendeteksi sinyal asing itu.

Sejauh ini, tim SETI telah mengamati 75 peristiwa dalam sistem multiplanet dengan menggunakan Green Bank Telescope. Frekuensi radio yang digunakan teleskop itu termasuk frekuensi yang digunakan untuk berkomunikasi dengan pesawat antariksa yang dikirim ke planet lain. 

Namun ada tantangan lain, yakni sinyal yang terdeteksi belum tentu dapa diterjemahkan oleh peneliti. Selain itu, jarak planet yang cukup signifikan.

Setidaknya diperlukan pemancar yang sangat sensitif. Sebagai gambaran, sebuah pemancar 150 tahun cahaya memerlukan kekuatan 100 kali lebih dari pemancar 15 tahun cahaya.

Untungnya, kekhawatiran itu bakal menemukan solusi. Kepala ilmuwan proyek pelacakan SETI, Andrew Siemion gembira dengan rencana NASA meluncurkan Transit Exoplanet Survey Satelite (TESS) pada 2017 mendatang.

"TESS akan menemukan banyak sistem multiplanet, yang lebih dekat dengan bumi," kata Siemion.

Peneliti juga berharap bisa menggunakan senjata pengamatan lain, Square Kilometer Array (SKA), yang sangat sensitif untuk mendeteksi ribuan kali lebih cepat. (ita)

Isak Tangis dan Ketakutan Warnai Ramadhan di Gaza


Sebagian anak-anak Muslim di dunia menyambut bulan Ramadhan dengan perayaan khusus seperti menyalakan kembang api. Tapi tidak dengan anak-anak di Gaza yang menyambut kedatangan Ramadhan dengan ketakutan dan isak tangis.

Ketakutan dan isak tangis yang dialami anak-anak di Gaza terjadi setelah pesawat tentara Israel telah mengepung dan meluncurkan tembakan hebat ke wilayah mereka. "Suara pesawat itu menakutkan," kata bocah berusia 9 tahun bernama Basmalla Abdurrahman.

Sabtu malam adalah hari yang paling menakutkan bagi penduduk Gaza yang berjumlah 1,8 juta, ketika itu Israel tidak henti meluncurkan serangan yang merampas kecerian warga sekitar.

Gadis kecil ini melawan ketakutannya dengan membawa lampu berwarna-warni di genggamannya, berlari menuju masjid lokal dimana warga Gaza berkumpul untuk berdoa supaya agresi Israel menghentikan semua ini.

"Ibu saya mengatakan kepada saya bahwa Allah akan selamatkan Gaza jika kita berdoa di Masjid," kata Abdurrahman.

Di dalam masjid tersebut, terdapat semua orang sedang berdiri, membungkuk, dan bersujud dalam renungan nya dan berharap pesawat yang menghantui wilayah nya itu berhenti merusak keindahan dan memporak-porandakan tempatnya di bulan suci Ramadhan ini.

Ini Tradisi Penduduk Asli Arab Selama Ramadhan


Masyarakat Arab Saudi melestarikan kembali tradisi Ramadhan tahun ini. Sebuah tradisi yang telah lama tidak dilakukan oleh masyarakat asli Arab Saudi, yakni tradisi yang disebut dengan Siqaya.

Seperti yang dikutip Arab News (2/7), tradisi Siqaya ini menawarkan minuman kepada peziarah, tamu maupun pengunjung Masjidil Haram di Mekah dan Masjidil Nabawi di Madinah sepanjang Ramadhan.

''Kami menyediakan air zam zam, air dingin, jus dan kopi untuk para pengunjung di dua Masjid Suci,'' kata Abdullah Al-Marghan, Koordinator Program Siqaya.

Ia berkata, minuman-minuman tersebut disimpan dalam wadah yang sehat dan higenis. Kemudian, pangurus akan berkeliling di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk menawarkan minuman kepada pengunjung.

Tradisi ini dilakukan kembali oleh salah satu organisasi amal Arab Saudi yang bertujuan untuk menghidupkan kembali tradisi Siqaya. Tradisi positif ini dilakukan oleh penduduk asli setiap Ramadhan tiba guna menunjukan keramahan hati penduduk asli Arab.

''Lebih dari 100 relawan telah dikerahkan untuk melayani para tamu Allah,'' ujarnya

Para relawan yang melakukan tradisi ini umumnya memberikan air dari wadah yang ada di dalam tas. Aktivitas ini dilakukan ketika berbuka puasa. Para relawan yang berseragam hijau itu kemudian berkeliling dan berkumpul di suatau tempat dengan membawa wadah air yang ada didalam tas.

Tak hanya itu, para relawan juga dilengkapi dengan pemanas air maupun pendingin air. Mereka membawa juga berbagai jenis minuman sehingga para pengunjung dapat memilih minuman yang ingin dinikmatinya.

Lembaga survei Indonesia Research Centre (IRC) Pemilih Jokowi karena Psikologis, Sementara Prabowo Rasional



Ia menjelaskan, debat capres mengurangi angka swing voters yang semula sebanyak 38 persen menjadi 10 persen.

"Sebelumnya swing voters itu ada sekitar 37-38 persen. Survei terbaru kita menemukan sudah berkurang dan tinggal 10 persen. Itu disebabkan oleh debat capres yang membuat mereka memantapkan pilihan capresnya," kata Yunita.

Menurutnya, debat Capres tersebut telah memberikan sekitar 20 persen suara swing voters kepada Prabowo-Hatta. Sementara hanya sekitar 10 persen kepada pasangan Jokowi-JK.

Ia menjelaskan, swing voters merupakan kalangan menengah yang memiliki banyak referensi berita tentang capres. Tetapi kian banyaknya kampanye hitam, justru membuat mereka bingung.

"Nah, lewat debat, mereka dapat melihat langsung capres yang juga mampu merubah persepsi mereka pada capres. Kalau dari berita misalnya Prabowo digambarkan sebagai sosok yang tegas, lewat debat bertambah menjadi pandai," jelasnya.

Survey IRC menunjukan, Prabowo-Hatta unggul tipis dengan elektabilitas sebesar 47,5 persen. Sedang Jokowi sebesar 43 persen. Artinya, kedua pasangan memiliki peluang sama besar untuk memenangkan pilpres 2014 

Penarikan sampel dilakukan dengan teknik acak bertingkat (multistage random sampling). Jumlah sampel valid 1.200. Diperkirakan ambang kesalahan dari survei ini mencapai kurang lebih 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.